First Time to Cirebon (Semalam di Cirebon)

Jumat, 03 Juni 2011

Tak terasa hari semakin siang dan adzan sholat dzuhur segera berkumandang, kami bertiga masih terlelap dalam nikmatnya tidur. Saya terbangun, ternyata sudah sekitar dua jam saya terlelap tidur, rasanya seperti baru beberapa menit yang lalu. Mata serasa masih pengen melanjutkan, tapi mengingat masih harus melanjutkan perjalanan ke Cirebon maka saya bergegas untuk mandi biar rasa ngantuk yang masih merayu pergi menjauh.

Keluar dari kamar mandi ternyata Nunu sudah bangun, sedang si Malik masih tidur dengan nikmatnya. Badan terasa segar kembali setelah mandi, tinggal perut aja yang perlu diisi. Sepertinya ibunya Nunu sudah menyiapkan makanan buat kami bertiga, ditandai dengan terciumnya aroma lezat masakan. Karena hari sudah semakin siang, saya dengan sedikit paksaan membangunkan Malik dan menyuruhnya segera mandi.

Setelah menunaikan kewajiban sholat dzuhur, kami bertiga siap tempur menuju meja makan. Nasi dan lauk-pauk sudah tersaji di atasnya, ada sayur, ikan, ayam goreng, tempe dll. Komplit pokoknya ga beda jauh ama warteg. Langsung saja kami sikat tanpa ragu-ragu, maklum saja dari pagi belum makan. Satu piring nasi porsi sopir truk, habis kami sikat dalam sekejap. Mumpung gratis.

Perut sudah terisi penuh, rasanya nikmat banget bisa menyantap makanan enak plus gratis. Selesai makan kami menuju kamar lagi, saya dan Malik bersiap-siap packing barang ke dalam tas. Sesuai rencana saya, Nunu tidak ikut ke Cirebon. Dia hanya akan mengantar sampai Kota Kuningan saja. Setelah beres packing, kami siap berangkat manuju Cirebon. Tidak lupa berpamitan dulu dengan ortu si Nunu.

Start dari Kuningan (Road to Cirebon)

Sekitar jam 13.00, kami start dari rumah Nunu di daerah Mekarwangi, Kec.Lebakwangi menuju Cirebon dengan terlebih dulu melewati Kota Kuningan. Kali ini Nunu membawa kami melalui jalur yang berbeda menuju Kota Kuningan. Tampaknya langit mulai menampakkan warna hitam, pertanda akan turun hujan. Kami agak mampercepat laju motor.

Melalui jalur ini pemandangan di dominasi persawahan yang menguning, menandakan sebentar lagi musim panen tiba. Sedangkan di kiri jalan, di kejauhan nampak deretan hijau perbukitan. Beberapa kali melewati perkampungan yang asri. Kondisi jalan beraspal mulus, terkadang ada sebagian jalan yang rusak.

Setelah beberapa menit perjalanan, kami akhirnya memasuki Kota Kuningan. Nunu mengisyaratkan mau mengisi bensin dulu di sebuah spbu. Saya menunggu di seberang jalan. Angin mulai bertiup agak kencang, hujan tidak akan lama lagi pasti turun. Ternyata dugaan saya benar, saat sampai di daerah dekat masjid agung Kuningan hujan turun dengan derasnya. Terpaksa kami berteduh dulu di depan pertokoan. Kami berteduh tepat di depan sebuah atm yang ada dideretan pertokoan.
Setengah jam lebih kami berteduh, berlindung dari derasnya hujan. Setelah hujan kami anggap reda, kami melanjutkan perjalanan dengan Nunu masih menemani kami untuk menunjukkan jalan yang mengarah ke Cirebon. Tapi sialnya hujan tiba-tiba kembali menggila, lebih deras dari sebelumnya. Memaksa kami kembali berteduh di depan sebuah warung. Jaket dan celanan saya sudah hampir basah kuyup.

Hampir setengah jam kami menunggu hujan reda. Kayaknya hujan akan lama berhenti. Setelah kami rasa hujan ga terlalu deras, kami melanjutkan perjalanan menembus rintik-rintik hujan. Akhirnya sampai juga kami di jalan yang mengarah ke Cirebon, hujan kembali deras. Memaksa kami berteduh kembali di depan sebuah toko. Kami berpisah dengan Nunu disini, katanya nanti di depan ada perempatan saya disuruh belok kanan dan lurus terus akan sampai di Cirebon.

Hujan pun reda, kami melanjutkan perjalanan. Sampai di perempatan saya belok kanan menuju Cirebon sedangkan Nunu lurus terus ga tau kemana katanya mau lihat road race yang lagi diadakan di Kuningan. Setelah melewati gerbang selamat datang Kuningan, saya berhenti di sebuah spbu, karena motor minta minum. Saya sempet bertanya ke petugas spbu arah ke Cirebon, ternyata memang benar kita tingal lurus saja akan sampai Cirebon dengan waktu tempuh sekitar 30 menit

Karena penasaran dengan jajanan khas Kuningan yaitu tape yang diwadahi ember-ember warna hitam. Saya memutuskan untuk membelinya buat oleh-oleh. Sampai di daerah deket pasar Cilimus, saya berhenti di depan sebuah toko yang memajang jajanan tersebut. Jajanan ini berupa tape ketan yang dibuat dari ketan putih yang diasamkan dan dibungkus dengan memakai daun jambu air. Ciri khasnya adalah rasa asamnya tersebut, rasanya sedikit beda dengan tape ketan yang pernah saya rasakan di daerah saya. Warna tapenya hijau, sedang didaerah saya warnanya hitam agak keungu-unguan, karena pake ketan hitam.

Harga satu ember tape pada waktu itu sekitar 45ribu, dengan isi 80 buah tape. Ga tau kalo harga sekarang, kemungkinan naik. Karena uang di dompet cuma 50ribu lebih dikit, terpaksa saya hanya bisa membeli satu buah ember tape. Tapi kemudian saya tanya si Malik apa ada duit 50ribu, ternyata ada dan saya pinjem uang si Malik untuk beli satu ember lagi. Dengan membawa dua buah ember tape, kami melanjutkan perjalanan kembali.

Ditengah perjalanan, hujan kembali turun walaupun ga begitu deras. Di depan sebuah pasar saya putuskan untuk berhenti. Saya lupa nama daerahnya. Setelah beberapa menit menunggu sambil minum sebotol teh, hujan reda juga. Malik menawari untuk memakai mantelnya. Lumayan juga buat nahan angin, dari tadi memang saya sedikit menggigil kedinginan.

Memasuki wilayah Kabupaten Cirebon hujan malah tidak turun sama sekali, jalanan kering dan langit tampak tidak mendung. Kondisi jalan dari Kuningan menuju Cirebon terbilang bagus beraspal mulus walaupun sebagian jalan bergelombang. Pemandangan didominasi hamparan persawahan yang subur. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, dari sebuah dataran yang agak tinggi yang mempunyai jalan sedikit berkelok-kelok dan banyak tempat makannya, Kota Cirebon sudah terlihat.

Cirebon Kota Udang

Sekitar jam 15.00 sore, kami memasuki Kota Cirebon. Suasana sore yang rame menyambut kami. Ini kali pertama saya mengunjungi Kota Cirebon. Sempat bingung juga ketika memasuki jalanan kota, ga tau arahnya kemana. Pas berhenti di perempatan traffic light, saya tanya arah menuju pelabuhan ke pengendara motor di samping saya. “Mas, arah ke pelabuhan kemana yah?”, “waduh mas, sekarang aja neh saya juga lagi nyasar, udah dari tadi muter-muter”. Glodaakk…cape deehh!! Waduh, sama-sama nyasar neh, dalam hati saya.

Dari perempatan saya ambil lurus, spekulasi saja sebenernya, sapa tau bener. Ternyata spekulasi saya benar, setelah dua kali tanya kita disuruh lurus terus. Kemudian jalan berubah menjadi satu arah dari arah depan, belok kiri mengikuti jalan dan motor yang lain. Berhenti di depan bengkel untuk tanya sekali lagi. Ternyata jalan yang di tunjukkan sedikit berbelok-belok, saya disuruh ke arah Stasiun Cirebon. Sampai depan stasiun motor saya belokan ke kanan. Setelah mengikuti perkataan orang bengkel tadi, akhirnya sampai juga di depan pintu masuk pelabuhan.

Sialnya ternyata saya kebablasan, saya baru ingat kalau hotel tempat ortu saya menginap lokasinya sebelum sampai jalan raya depan pintu masuk pelabuhan. Terpaksa motor saya manuver balik ke jalan yang saya lewati tadi. Ternyata hotelnya ga terlalu jauh dari pintu masuk pelabuhan. Langsung saja motor saya bawa nylonong masuk menuju halaman parkir. Saya lupa nama hotelnya. Sekitar jam 15.30, kita sampai di hotel. Setelah saya telp, ibu saya datang menjemput di parkiran dan langsung di ajak menuju kamar saya yang sudah dipesankan sebelumnya. Sebuah kamar yang lumayan gede dengan tv, ac dan dua buah tempat tidur.

Sesampai di hotel badan sudah lumayan capek, sehabis mandi dan ganti baju langsung saja merebahkan badan dikasur yang empuk. Mengistirahatkan badan sebentar untuk memulihkan kondisi biar lebih fresh. Magrib pun menjelang, suara adzan berkumandang di langit Kota Cirebon. Saya berencana untuk jalan-jalan di sekitar hotel, yang kebetulan tidak terlalu jauh dari hotel terdapat mall. Selesai sholat magrib dan makan malam, Saya, Malik dan adik saya keluar hotel untuk menikmati suasana malam di Cirebon.

Ternyata Cirebon rame juga, kami bertiga jalan kaki menyusuri jalanan Cirebon. Ga tau mau kemana pokoknya asal jalan aja. Setelah jalan ga jelas arah dan tujuannya, kami memutuskan masuk ke sebuah mall yang kelihatannya lumayan rame. Sekalian buat cuci mata, siapa tau bisa lihat yang seger-seger. Tapi saya lupa nama mallnya. Setelah masuk ternyata lumayan gede juga mallnya.

Puas muter-muter kami keluar mall, kaki sudah lumayan pegel. Suasana depan mall masih lumayan rame. Kami memutuskan untuk nongkrong di depan mall sambil ngobrol-ngobrol sambil ngliatin orang-orang yang lewat. Lagi enak nongkrong dan ngobrol pas lihat jam ternyata sudah hampir jam 21.00, karena sudah ga tau mau kemana lagi Malik mengajak balik ke hotel. Tapi sebelum ke hotel dia ngajak beli es dulu, karena sudah kehausan dan kegerahan. Untungnya tepat di seberang jalan tempat kita nongkrong, ada penjual es campur yang kelihatannya pembelinya lumayan rame. Pasti enak neh esnya, pikir saya.

Langsung bergerak menuju tempat penjual es campur. Malik memesan tiga mangkuk es campur. Ga perlu menunggu lama, tiga mangkuk es campur sudah siap di hadapan kami. Ternyata seperti dugaan saya, es campurnya enak banget kalo kata pak Bondan seh maknyuuss. Rasanya satu mangkuk kurang saking enaknya. Harganya juga pas di kantong, sesuai lah dengan rasanya. Puas menikmati es campur kami langsung cabut menuju hotel.

Sampai di hotel pengen segera tidur, biar besok badan lebih enakan. Tapi tiba-tiba, bapak saya datang ke kamar dan meminta saya jangan tidur dulu. Katanya dia dapat telp dadakan dari kaptennya untuk segera ke kapal karena kapalnya mau berangkat lagi ke Kalimantan dan saya disuruh mengantar ke sebuah kampung nelayan.

Saya sempet bingung kok nganter ke kampung nelayan bukannya ke dalam pelabuhan. Ternyata kata bapak kapalnya sudah keluar dari pelabuhan dan menunggu ditengah laut, untuk ke kapal harus nyewa perahu nelayan buat nganter sampai kapal. Sekitar jam 22.00, dengan naik motor saya mengantar bapak ke kampung nelayan. Masuk sebuah jalan kecil disamping jembatan, suasana sudah sepi hanya terlihat beberapa orang saja yang lagi nongkrong di depan rumah. Bau khas kampung nelayan tercium juga oleh hidung saya. Sampai ditempat, kapal nelayan yang disewa sudah menunggu dan siap berangkat. Ternyata sang kapten kapal ada disitu juga, menunggu bapak saya.

Setelah berpamitan dengan bapak dan kapten, saya pamit balik ke hotel. Bersamaan dengan berangkatnya perahu menembus gelapnya lautan, saya geber motor balik ke hotel. Sampai di hotel saya langsung putuskan untuk tidur, karena kamar saya dipake duluan sama adik saya dan Malik maka saya tidur di kamar ibu. Diiringi dinginnya hembusan udara dari AC, saya tidur dengan nikmatnya hingga pagi menjelang.

Kembali ke Kuningan

Mentari pagi bersinar cerah begitu juga langit kota Cirebon yang indah membiru. Saya terbangun dari tidur sekitar jam 07.00, bersiap untuk mandi dan sarapan. Rencananya pagi ini saya akan balik ke Kuningan, sedangkan ibu dan adik saya pulang ke rumah dengan menggunakan bus. Selesai mandi, langsung menuju restoran untuk sarapan. Lumayan dapat sarapan gratis dari hotel. Menu sarapan ga terlalu istimewa, maklum lah gratisan.

Setelah puas ngopi dan perut kenyang, kami kembali ke kamar untuk bersiap packing barang. Sekitar jam 08.30 kami meninggalkan hotel, tidak lupa tanya dulu ke resepsionis arah dan angkutan menuju terminal bus. Ternyata terminal lumayan jauh dari hotel. Dengan motor saya antar dulu ibu dan adik saya ke jalan raya tempat angkutan kota yang menuju terminal lewat. Setelah ibu naik angkot, saya mengikutinya di belakang angkot sampai terminal.

Sampai terminal saya langsung antar ibu saya mencari bus yang mengarah ke Jawa Timur. Setelah dikerumuni sama calo-calo, akhirnya saya menuju loket bus Tjipto jurusan Semarang. Saya ga mau kemakan sama calo, karena sudah pengalaman naik bus kemana-mana. Karena bus yang langsung ke Jatim ga ada terpaksa naik bus yang jurusan Semarang, nanti oper bus jurusan Surabaya.

Setelah berpamitan dan ibu saya sudah masuk ke dalam bus, saya kembali ke tempat parkir dimana Malik setia menunggu. Ditempat parkir saya menelpon Nunu, untuk memberi tahu kalau saya menuju Kuningan lagi. Ternyata hp Nunu tidak aktif. Dengan tanpa memberitahu si Nunu kami berangkat menuju Kuningan. Tidak lupa tanya orang dulu arah menuju Kuningan. Setelah jelas mengenai arahnya, kami langsung geber motor menuju Kuningan.

Perjalanan menuju Kuningan terasa singkat, karena motor saya geber sedikit ngebut. Sekitar 30 menitan, kami sudah memasuki Kota Kuningan. Di jalan tadi beberapa kali berhenti untuk menelpon Nunu, ternyata ga aktif juga. Sekitar jam 10.00, kami sampai di rumah Nunu dan ternyata orangnya ga ada di rumah. Malik ngajak jalan-jalan dulu daripada nunggu lama, tapi mengingat kita tidak tahu tempat yang asyik buat jalan-jalan terpaksa saya memutuskan untuk stay menunggu Nunu di rumahnya. Ibu Nunu langsung menyuruh ke kamar belakang untuk istirahat. Sedikit agak sungkan juga sama ortunya, karena si Nunu ga ada. Di kamar kita disuguhi sepiring pisang goreng dan air minum. Karena masih ngantuk, saya dan malik tertidur dengan pulasnya sampai sore menjelang.

*Foto diambil dari hasil pencarian di internet.




0 komentar:

Most Wanted

Statistics

Ping your blog, website, or RSS feed for Free
Powered By Blogger