Liburan Tahun Baru Ke Pangalengan

Jumat, 20 Februari 2009

Awalnya saya cuma iseng ngajak temen saya jalan-jalan, kebetulan besok adalah hari libur tahun baru, karena pas malem tahun baruan kami enggak keluar buat ngrayain cuma lihat kembang api dari jendela kamar kost dan maen game sampe pagi. Setelah iseng ngobrol panjang tentang rencana tujuan, kami berencana pergi ke selatan Bandung yaitu ke Pangalengan. Karena teman saya belum pernah maen kesana. Besoknya setelah bangun tidur, saya tidak yakin kalau kita bener-bener jadi berangkat. Saya maen game sambil nunggu temen saya bangun. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan temen saya nongol dengan muka khas bangun tidur, kemudian bilang kalau dia beneran ngajakin buat berangkat ke pangalengan.

Start dari kost pukul 14.00 siang, saya khawatir kalau hujan karena langit bandung sudah mulai hitam. Jalan di kota Bandung yang kita lewati lumayan sepi dan ternyata beberapa jalan yang kita lewati sudah basah terkena hujan. Saya makin khawatir setelah melihat langit di selatan Bandung sangat hitam. Langsung saja saya menggeber motor lebih kenceng. Benar saja, menjelang Kota Banjaran hujan mulai turun, kemudian berteduh disebuah warung. Sambil nunggu hujan reda kita makan mie dan gorengan, lumayan buat ganjel perut.

Jam 15.30 sore, hujan sudah mulai reda. Kami melanjutkan perjalanan ke Pangalengan walaupun masih gerimis, sempet mampir di ATM dan Bengkel untuk nambah angin. Selama perjalanan ternyata hujan enggak reda-reda walapun enggak deras. Kami memutuskan untuk tidak berteduh karena sudah terlanjur basah dan juga hari makin sore. Terpaksa kami menahan dingin yang menusuk selama perjalanan. Keadaanan jalan ke Pangalengan yang berkelok-kelok terbilang bagus, walaupun masih terdapat lubang-lubang. Pemandangan yang disuguhkan begitu menarik dengan latar gunung-gunung yang kokoh, bagai benteng yang seakan memagari wilayah tersebut. Kemudian hamparan hijau kebun teh dan kebun sayur semakin mempesona mata.

Akhirnya kami sampe di Pangalengan sekitar jam 16.45 sore. Kami menemukan sebuah mushola dan memutuskan untuk beristirahat dan sholat ashar. Jaket dan celana kami sudah basah dan udara Pangalengan yang dingin semakin tidak tertahankan kami menggigil kedinginan. Ternyata di dekat mushola ada warung kopi, Setelah sholat kami langsung minum kopi di warung tersebut untuk sekedar menghangatkan badan, sambil ngobrol-ngobrol dengan pemilik warung tentang tempat-tempat wisata yang ada di Pangalengan.

Setelah dapat informasi mengenai tempat wisata yang ada di Pangalengan dari si ibu pemilik warung dan ternyata lumayan banyak, kami putuskan pergi ke salah satu tempat wisata tersebut yaitu Situ Cileunca. Karena menurut kami letaknya tidak terlalu jauh dari kota, cuma sekitar 5 km dari Kota Pangalengan. Kalau dari arah Bandung setelah sampe di pertigaan Pangalengan ambil jalan ke kanan menuju ke Situ Cileunca, kalau kekiri ke Kota Pangalengan, lurus terus dari kota bisa ke pemandian air panas Cibolang. Tapi sayang kami tidak sempet mampir kesana.

Setelah berjalan sekitar 10 menit, Situ Cileunca mulai tampak. Air situ terlihat begitu tenang dibawah langit sore yang berawan hitam. Kami berhenti di sebuah jembatan yang merupakan pintu air dari situ tersebut. Langsung mengambil beberapa foto disitu. Kemudian kami menuju tempat masuk obyek wisata tersebut. Setelah sampe di pintu gerbang ternyata petugas sudah tidak ada, jadi kami enggak bayar alias gratis masuk ke tempat itu. Setelah memarkir motor dan menitipkan helm ke sebuah warung, kami berjalan menuju ke tepi situ. Situ Cileunca merupakan sebuah danau buatan Belanda. Pemandangan dari pinggir situ begitu indah. Beberapa perahu yang disewakan terlihat dipinggir situ. Banyak terdapat rumah-rumahan/bilik-bilik kecil dipinggir situ yang disewakan buat pengunjung. Hamparan hijaunya kebun teh juga terlihat di kejauhan menyelimuti bukit-bukit. Sebuah asap putih terlihat mengepul di udara, asap itu berasal dari sebuah Pembangkit listrik panas bumi (PLTP). Kami tidak lupa mengambil beberapa foto untuk mengabadikan keindahan Situ Cileunca walaupun dengan keadaan baju basah kuyup.

Tapi sayang dengan keindahan yang ditawarkan oleh Situ Cileunca, tempat wisata tersebut terlihat tidak terawat dengan baik. Padahal potensi yang ditawarkan begitu besar buat menarik wisatawan baik dari bandung maupun dari kota lain. Situ Cileunca menunggu perhatian pemerintah Kota Bandung untuk merawat dan mempercantik obyek wisata tersebut, guna memajukan wisata di Pangalengan. Karena potensi Situ Cileunca sebenarnya tidak kalah dengan Situ Patengan yang sudah terkenal di Ciwidey.

Kami akhirnya pulang saat menjelang maghrib, dengan jaket dan celana yang masih basah kami kembali menahan dingin yang menusuk dalam perjalanan kembali ke Bandung. Sekitar jam 20.00 malam kami tiba kembali di kostan dan kita bisa istirahat dan tidur dengan nyenyak Walaupun belum puas rasanya karena hanya mengunjungi satu tempat wisata, tapi kami akan kembali pergi kesana lain waktu. "Pangalengan kami akan kembali".
















1 komentar:

Home Burglar Alarm mengatakan...

Maann.. I miss ciwidey :D

Most Wanted

Statistics

Ping your blog, website, or RSS feed for Free
Powered By Blogger