Tak terasa hari semakin siang dan adzan sholat dzuhur segera berkumandang, kami bertiga masih terlelap dalam nikmatnya tidur. Saya terbangun, ternyata sudah sekitar dua jam saya terlelap tidur, rasanya seperti baru beberapa menit yang lalu. Mata serasa masih pengen melanjutkan, tapi mengingat masih harus melanjutkan perjalanan ke Cirebon maka saya bergegas untuk mandi biar rasa ngantuk yang masih merayu pergi menjauh.
Keluar dari kamar mandi ternyata Nunu sudah bangun, sedang si Malik masih tidur dengan nikmatnya. Badan terasa segar kembali setelah mandi, tinggal perut aja yang perlu diisi. Sepertinya ibunya Nunu sudah menyiapkan makanan buat kami bertiga, ditandai dengan terciumnya aroma lezat masakan. Karena hari sudah semakin siang, saya dengan sedikit paksaan membangunkan Malik dan menyuruhnya segera mandi.
Setelah menunaikan kewajiban sholat dzuhur, kami bertiga siap tempur menuju meja makan. Nasi dan lauk-pauk sudah tersaji di atasnya, ada sayur, ikan, ayam goreng, tempe dll. Komplit pokoknya ga beda jauh ama warteg. Langsung saja kami sikat tanpa ragu-ragu, maklum saja dari pagi belum makan. Satu piring nasi porsi sopir truk, habis kami sikat dalam sekejap. Mumpung gratis.
Perut sudah terisi penuh, rasanya nikmat banget bisa menyantap makanan enak plus gratis. Selesai makan kami menuju kamar lagi, saya dan Malik bersiap-siap packing barang ke dalam tas. Sesuai rencana saya, Nunu tidak ikut ke Cirebon. Dia hanya akan mengantar sampai Kota Kuningan saja. Setelah beres packing, kami siap berangkat manuju Cirebon. Tidak lupa berpamitan dulu dengan ortu si Nunu.
Start dari Kuningan (Road to Cirebon)
Sekitar jam 13.00, kami start dari rumah Nunu di daerah Mekarwangi, Kec.Lebakwangi menuju Cirebon dengan terlebih dulu melewati Kota Kuningan. Kali ini Nunu membawa kami melalui jalur yang berbeda menuju Kota Kuningan. Tampaknya langit mulai menampakkan warna hitam, pertanda akan turun hujan. Kami agak mampercepat laju motor.
Melalui jalur ini pemandangan di dominasi persawahan yang menguning, menandakan sebentar lagi musim panen tiba. Sedangkan di kiri jalan, di kejauhan nampak deretan hijau perbukitan. Beberapa kali melewati perkampungan yang asri. Kondisi jalan beraspal mulus, terkadang ada sebagian jalan yang rusak.
Setelah beberapa menit perjalanan, kami akhirnya memasuki Kota Kuningan. Nunu mengisyaratkan mau mengisi bensin dulu di sebuah spbu. Saya menunggu di seberang jalan. Angin mulai bertiup agak kencang, hujan tidak akan lama lagi pasti turun. Ternyata dugaan saya benar, saat sampai di daerah dekat masjid agung Kuningan hujan turun dengan derasnya. Terpaksa kami berteduh dulu di depan pertokoan. Kami berteduh tepat di depan sebuah atm yang ada dideretan pertokoan.
Read more...



