Garut, sebuah kota yang berada di sebelah timur Bandung, sekitar 2 jam perjalanan darat dari Bandung. Sebuah kota di dataran tinggi yang memiliki tiga gunung yang terkenal, Gunung Guntur, Cikuray dan Papandayan. Dengan kota yang berada di dataran tinggi dan bentang alam yang bergunung-gunung, Garut memiliki banyak pesona keindahan yang ditawarkan. Keindahan yang membuat saya penasaran dengan kota ini. Rasa penasaran saya semakin menjadi-jadi setelah melihat-lihat foto tempat wisata yang ada di Garut via internet. Sangat ingin rasanya bisa mengunjunginya. Apalagi jarak Bandung-Garut tidak terlalu jauh, jiwa touring saya serasa terpanggil.
Kesempatan itu akhirnya datang juga, temen kost saya Ario meminta pendapat saya mengenai tempat wisata yang bagus dan tidak terlalu jauh dari Bandung buat acara kampusnya. Langsung saja tanpa ragu-ragu saya bilang “Garut”. Dia sebelumnya bilang ingin ke Ujung Genteng di Sukabumi, tapi saya kasih saran buat ke Garut saja dengan perhitungan jarak yang lebih dekat dan juga biaya yang dikeluarkan tidak begitu banyak, toh di Garut juga ada pantai. Walaupun sebenernya saya juga belum pernah ke pantai yang di Garut, Cuma tahu info dan foto-fotonya saja di internet.
Akhirnya dia setuju, tapi dia ingin survey lokasi terlebih dahulu. Dia mengajak saya buat survey ke pantai di Garut, karena dia tidak tahu jalan kesana. Tanpa pikir panjang saya jawab “Ok”. Seneng banget rasanya, akhirnya saya bisa berkesempatan mengunjungi Garut lagi dan saya bisa membayar janji saya untuk menginjakkan kaki di pantai selatan Garut setelah dalam perjalanan sebelumnya saya gagal mencapai pantai.
Seusai adzan subuh kami meluncur menuju Garut, menerobos kabut pagi dan menahan dinginnya udara Bandung di pagi hari walaupun sudah pake jaket tetap saja dinginnya tembus. Jalanan Bandung masih sepi, perjalanan sedikit tersendat di pasar Ujung Berung karena ada pasar tumpah yang rame. Selepas daerah Nagrek, kami berhenti sebentar di sebuah mesjid buat sholat subuh sekalian sarapan kebetulan di komplek mesjid terdapat tempat makan. Memang mesjid ini biasanya dipake sebagai rest area. Cukup mengeluarkan duit 8 ribu dari dompet buat sarapan mie rebus + teh manis anget. Jam 6.00, kami melanjutkan perjalanan menuju Garut.
Diperempatan pos polisi Cagak belok kanan menuju Garut. Memasuki jalan raya garut jalanan belum terlalu rame. Sampe di gerbang perbatasan Bandung-Garut, kami berhenti sebentar buat mengambil foto berlatar belakang gerbang tersebut yang bertuliskan "Selamat Datang di Kabupaten Garut-Garut Bangkit Garut Berprestasi". Foto-foto dengan pedenya walaupun dilihatin anak-anak sekolahan yang lagi menunggu angkot. Indahnya pemandangan Gunung Guntur tersaji dimata kami dalam perjalanan menuju kota Garut.
Read more...

